Tampilkan postingan dengan label Info Sekitar Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Sekitar Kita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

Inilah 9 Kebohongan Baru Pemerintah Indonesia Sepanjang 2010 Lalu


Inilah 9 Kebohongan Baru Pemerintah Sepanjang 2010 Lalu - Jaman sekarang ini berbohong sepertinya menjadi Hal yang "Lumrah" Biasa" demi mencapai sesuatu, demi menutupi sesuatu dll yang barangkali selalu memiliki konotasi yang negatif. Tapi jika yang melakukan kebohongan itu adalah suatu pemerintahan....

Selain menyampaikan pernyataan terkait sembilan kebohongan lama pemerintah, tokoh-tokoh lintas agama dan pemuda juga membacakan sembilan kebohongan baru pemerintah yang terjadi sepanjang 2010. Hal itu disampaikan, Senin (10/1/2011) di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.

Sembilan kebohongan baru pemerintah itu berkenaan dengan kebebasan beragama; kebebasan pers; perlindungan terhadap TKI-pekerja migran; transparansi pemerintahan, pemberantasan korupsi; pengusutan rekening mencurigakan (gendut) perwira Polisi; politik yang bersih, santun, beretika; kasus mafia hukum yang salah satunya adalah kasus Gayus H Tambunan; dan terkait kedaulatan NKRI.

Salah seorang pemuda, Riza Damanik, menyampaikan, kebohongan pertama pemerintah adalah saat presiden berpidato pada 17 Agustus 2010 yang isinya menjunjung tinggi pluralisme, toleransi, dan kebebasan beragama. Padahal kenyataannya, janji tersebut tidak terpenuhi.

Sepanjang 2010 terjadi 33 penyerangan fisik atas nama agama. "Mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri mengatakan 2009 terjadi 40 kasus kekerasan ormas, 2010 menjadi 49 kasus," katanya.

Kebohongan kedua, terkait kebebasan pers. Presiden menjanjikan jaminan terhadap kebebasan pers dan kepolisian berjanji akan menindak tegas setiap kasus kekerasan terhadap insan pers. "Namun, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mencatat selama 2010 kasus kekerasan pers sebanyak 66 kasus meningkat dari 2009 yang 56 kasus," kata Riza.

Ketiga, kebohongan terkait perlindungan terhadap TKI atau pekerja migran. Presiden berjanji akan melengkapi TKI dengan telepon genggam agar tidak terjadi ketertutupan informasi, namun nyatanya, telpon genggam tidak juga diberikan dan memorandum untuk melindungi para TKI tidak juga dilakukan.

Keempat, terkait transparansi pemerintahan. Aktivis pemuda, Stefanus Gusma, membacakan, Presiden SBY menyatakan bahwa kepindahan mantan menteri keuangan Sri Mulyani ke Bank Dunia adalah atas dasar permintaan Bank Dunia. Namun, di sebuah media nasional diungkapkan bahwa kepindahan Sri Mulyani sesungguhnya merupakan paksaan dari presiden. Seorang pejabat Kementrian Keuangan mengatakan bahwa Sri Mulyani tidak pernah berniat mengundurkan diri.

Kelima, lanjut Gusma, terkait pemberantasan korupsi. Presiden berkali-kali berjanji akan memimpin sendiri pemberantasa korupsi di Indonesia. "Namun, riset ICW, dari pernyataan SBY yang mendukung korupsi hanya 24 persen yang terlaksana," katanya.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar melanjuykan, kebohongan keenam pemerintah adalah tentang pengusutan rekening gendut para pewira Polri. Presiden menginstruksikan jika ada pelanggaran hukum, yang terkait harus diberikan sanksi. Jika tidak, Kapolri harus menjelaskan kepada masyarakat.

Namun kenyataannya, kata Haris, sampai saat ini baik masalah rekening gendut maupun pelaku penganiayaan aktivis ICW, Tama S Langkan masih misterius. "Bahkan 7 Agustus 2010 dan 29 Desember 2010 dua Kapolri mengatakan kasus ini ditutup," katanya.

Kebohongan ketujuh, Presiden menjanjikan politik yang bersih, santun, dan beretika. Padahal kenyataannya, lanjut Haris, hingga kini, Andi Nurpati masih menjadi pengurus Partai Demokrat meskipun sudah diberhentikan tidak hormat oleh Dewan Kehormatan Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Andi Nurpati melanggar peraturan KPU," imbuhnya.

Kedelapan, lanjut aktivis ICW, Tama S Langkun, terkait kasus mafia hukum. Kapolri Jenderal Timur Pradopo berjanji menyelesaikan kasus pelesiran terdakwa mafia pajak Gayus H Tambunan dalam 10 hari. Tapi kenyataannya tidak ada keterangan pers tentang hal tersebut.

"Kapan Gayus keluar, pergi naik apa, dengan siapa, aktivitasnya, sekarang malah mencuat kasus baru, Gayus pelesir ke luar negeri," kata Tama.

Dan kesembilan, kebohongan pemerintah menyangkut kedaulatan NKRI. Pada 1 September di Mabes TNI Cilangkap Presiden menyampaikan bahwa perlakuan tidak patut terhadap tiga petugas KKP sedang diusut. Pemerintah Malaysia sedang menginvestigasi masalah tersebut. "Tapi sampai saat ini tidak pernah diumumkan penjelasan atau hasil investigas apapun," pungkas Tama.

dikutipdari: http://nasional.kompas.com/read/2011/01/10/20290154/Inilah.9.Kebohongan.Baru.Pemerintah-5

Minggu, 17 Juli 2011

Tan Malaka, Hidup Kesepian Mati Kesepian.



Gambar Atas : Tan Malaka di rumah Achmad Soebardjo September, 1945. Perhatikan jam tangannya yang diikat di separuh lengannya.


Tan Malaka, Hidup Kesepian Mati Kesepian


Tan Malaka adalah anak dari wilayah yang selalu gelisah, wilayah yang membutuhkan intelektualitas sekaligus pencerahan spiritual. Ia tumbuh di Alam Minangkabau dimana adatnya memberikan tempat pada akal sekaligus hidup dalam alam agama. Tan Malaka berdiri di dua tempat ini.

Ia adalah pelajar yang cerdas bahkan teramat cerdas. Ia sekolah di Kweekschool, sekolah Raja untuk menjadi guru. Tan Malaka kecil menjadi murid yang paling cerdas di sekolahnya atas rekomendasi Tuan Fabius ke Nederlaand dan sekolah di Rijkskweekschool, disana Tan Malaka hidup dengan beberapa orang Belanda dari kalangan sosial rendah. Saat Tan Malaka sekolah di Belanda, Eropa sedang dicekam suasana gelisah karena pertarungan wilayah antara Jerman, Prusia, Perancis dan Rusia. Gerak gerik awal Revolusi Rusia sudah menjalari banyak intelektual di eropa, di Belanda sendiri berkembang aliran besar Sosialis Demokrat atau dikenal Sosdem, Tan Malaka banyak bergaul dengan orang-orang Sosdem bahkan teman indekost-nya sendiri seorang Belgia penganut Sosdem banyak bertukar pikiran bahkan dari teman Belgia-nya ini Tan Malaka mendapat surat kabar Sosdem.

Tan Malaka orang yang sangat kritis dan rasional, dan ia memilih jalur Lenin untuk mendapatkan titik hidup teori Marxisme. Ia membacai tulisan-tulisan Lenin tentang revolusi, percepatan sejarah dan segala macam aplikasi dari sebuah revolusi. Tan Malaka terpikat. Ia memutuskan untuk membebaskan bangsanya. Tan Malaka adalah orang pertama dari Hindia Belanda yang secara berkesadaran penuh bahwa suatu saat Hindia Belanda akan membentuk peradaban baru, ia sendiri menamai peradaban itu sebagai Peradaban Aslia (Asia-Australia Raya) dan pusatnya di Indonesia.

Tan Malaka pulang ke Indonesia dan ia diarahkan untuk bekerja di sebuah perkebunan di Deli bernama Senembah. Saat itu di Deli banyak perkebunan jumlahnya berkisar sampai 500 buah, seluruh perkebunan berjalan lancar dibawah integrasi pengaturan pemerintahan Hindia Belanda yang rapi, sistem pengangkutan ada dibawah Maskapai Deli-Spoor. Jaringan ini membuat Deli sebagai pusat perkebunan di dunia. Disinilah Tan Malaka menganatomi kehidupan dilihat dari kelas-kelas sosial. Tan Malaka mencatat bahwa untuk mendapatkan tenaga kerja yang murah maka ada satu hal yang harus dijadikan bargain : "Daya Tawar Kebodohan" Pemerintah Hindia Belanda harus menjadikan kuli-kuli kontrak sebagai manusia bodoh, terikat dan berwawasan sempit. Mereka harus memeras keringat untuk hidup, sehingga mereka tidak lagi bisa memahami makna kehidupan dan pembebasan pada manusia. Oleh pihak perkebunan Tan Malaka diperintah untuk mendirikan satu pendidikan yang hanya artifisial sebagai 'desa Potemkin' desa Potemkin adalah julukan bagi sebuah desa yang diatur bagus supaya Raja yang melihatnya senang, desa jenis ini banyak dibikin pada masa Tsar Katharina dan hanya digunakan untuk menyenangkan Tsarina.

Namun Tan Malaka selalu menolak segala hal yang artifisial ia orang hakikat, ia selalu bekerja pada situasi-situasi penuh esensi. Tan Malaka memberontak dan diusir dari perkebunan Deli. Ia ke Batavia (Jakarta), di Batavia ia bertemu dengan kelompok kiri yang baru tumbuh di lingkaran Sneevliet. Nasib membawanya sebagai pemimpin PKI, bahkan Tan Malaka diakui sebagai salah satu pemimpin Komunis terbesar di Asia. Ia bertemu dengan Stalin dan banyak pejabat di Komunis Moskow, tapi ia melihat ada sesuatu yang salah di Stalin, ia melihat begitu banyak penyimpangan. Ia berpikir : "Teori Marx adalah teori yang menjauhkan manusia pada keterasingan, keterasingan dirinya pada lingkungan, keterasingan manusia pada pikirannya dan keterasingan manusia pada gerak sejarah. Tapi kenapa Stalin justru memenjarakan manusia hanya demi sebuah gerak sejarah' Tan Malaka berpikir tapi ia belum mendapat jawab.

Ia pulang ke Jawa disana ia langsung berkantor di Semarang, saat itu sedang ramai perpecahan di tubuh Sarekat Islam (SI), suatu malam Tan Malaka dibawa ke Prambanan oleh sekelompok orang. Para pemimpin PKI berteriak pada pertemuan sangat rahasia " Kita Memberontak sekarang juga sebagai katalisator, sebagai pemicu pemberontakan besar di Asia Tenggara" tandas salah satu pemimpin Komunis. Tapi Tan Malaka justru berdiri "Saya menolak" Tan Malaka kontan dibenci dan dia dijauhi oleh kelompok Moskow. Namun nama Tan Malaka sudah terlanjur menjadi ikon PKI.

Adalah sebuah takdir sejarah di negeri ini PKI selalu saja mengalami jebakan gerakan konyol dan gerakan 1926/27 di Silungkang, Banten, Semarang dan Prambanan adalah rangkaian gerakan paling kacau yang justru merugikan gerakan yang sudah dibangun banyak elemen. Polisi Belanda punya kesempatan mengacau gerakan dengan main keras. Dan Tan Malaka menjadi buronan nomor satu Agen Polisi Belanda.

Agen Polisi Rahasia Hindia Belanda di Bogor mengontak Pemerintahan Inggris di Singapura dan Perwakilan Amerika Serikat di untuk memburu Tan Malaka setelah Tan Malaka berhasil lari dari penjara Belanda. Maka dimulailah episode perburuan paling mencekam sepanjang sejarah Indonesia modern.

Tan Malaka dihadapkan situas hidup-mati, temannya Soebakat ditembak mati di Singapura, ia sendiri dikejar dimana-mana. Penolong Tan Malaka yang paling utama justru media massa. Di Manila nama Tan Malaka menjadi headline surat kabar, pemerintahan Manila mendesak agar Tan Malaka dibebaskan dari buruan perwakilan Amerika Serikat di wilayah Manila. Lalu Tan Malaka melarikan diri ke Hongkong disana Tan Malaka berhasil ditangkap lalu media massa Hongkong, media Inggris bersimpati pada Tan Malaka dan mengirimkan surat ke pemerintahan London untuk membebaskan Tan Malaka. Kesal dengan situasi formal yang diserang Media akhirnya Polisi Belanda dan Inggris ingin menghabisi Tan Malaka diluar jalur hukum, keputusan inilah yang kemudian menjadi efek terbesar gangguan jiwa Tan Malaka yang terlalu paranoid. Setiap pagi palu kematian sudah di depan matanya, dan kita sendiri tak mungkin membayangkan bisa hidup dengan situasi kepribadian seperti itu.

Tan Malaka banyak mengalami kisah hidup yang naik turun, ia terjebak pada perang Shanghai-Jepang, ia terjebak pada perang Dunia dan akhirnya ia balik ke Jawa. Baliknya Tan Malaka ke Jawa ini mirip perjalanan Lenin dari Bern ke Moskow dengan kereta api yang kerap diingat dalam sejarah sebagai 'perjalanan revolusi' Tan Malaka balik dari Singapura ke Jawa dengan hanya perahu kecil ditengah badai, taruhannya adalah kematian. Tan Malaka menghadapi itu demi sebuah pembebasan, pembebasan bangsanya.

Tan Malaka sampai di Djakarta tanpa memiliki apa-apa, namun ia punya kepandaian, ia pandai menjadi guru, ia seorang poliglot, bisa banyak bahasa ia mengajar bahasa Inggris, Belanda kepada orang-orang yang membutuhkan. Ia mengontrak rumah separuh kandang kambing di bilangan Rawajati, Kalibata (belakang pabrik sepatu bata) ia sering merenung di danau dekat Rawajati (sekarang danau pemakaman Kalibata) disana ia merenung tentang hakikat pembebasan. Ia menulis Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika). Ia merinci hakikat gerak alam, ia mengarahkan seluruh situasi pada soal-soal rasional ia menghantam tahayul dan tanpa referensi apapun ia sudah mencantumkan segala ingatannya di kepala pada dasarnya ia bukan saja seorang jenius, otaknya fotografis.

Suatu saat Tan Malaka membaca buku di perpustakaan nasional (sekarang Musium Gadjah). Profesor Purbacaraka berteriak di depan ruang baca "Apakah ada yang bisa menjadi penerjemah bagi pekerjaan saya" Tan Malaka menunjukkan tangannya. Ia bekerja menjadi penerjemah dari bahasa Belanda ke Bahasa Inggris untuk pekerjaan Prof. Purbacakaraka, ahli bahasa Jawa Kuno pertama di Indonesia.

Dari Purbacaraka, Tan Malaka direkomendasikan ke Bayah, Banten disana Tan Malaka berkarier sangat cepat ia menjadi kepala di wilayah tambang batubara Bayah, ia menjadi penolong banyak Romusha yang tersiksa. Ia membangun sistem masyarakat disana, dan yang terpenting ia membangun jaringan. Jaringan inilah yang kemudian menjadi senjata bagi dirinya untuk menyusun perjuangannya. Suatu saat datanglah Bung Karno dan Bung Hatta. Tan Malaka yang dikenal di Bayah dengan nama Ilyas Husein berdebat dengan Bung Karno disana, dan Bung Karno tak tau siapa itu Ilyas Husein sebenarnya, dalam perdebatan itu Bung Karno dikalahkan oleh Tan Malaka. Dan pertanyaan yang gagal dijawab oleh Bung Karno dari Tan Malaka : "Apakah sebuah kemerdekaan akan menjamin kemenangan terakhir?" Bila Bung Karno berpikir kemenangan awal, maka Tan Malaka berpikir kemenangan akhir. Dan bagi Tan Malaka kemenangan akhir itu adalah 'Beralihnya secara total hak Indonesia ke tangan rakyat Indonesia bukan ke tangan elite atau tangan yang separuh terjajah' kemenangan akhir itu adalah 'Revolusi Sosial'.

Kemerdekaan Indonesia berkumandang. Nama Tan Malaka melegenda, penulis cerita Matu Mona seorang wartawan dari Medan menuliskan beberapa buku yang teramat laris 'Patjar Merah'. Nama Tan Malaka melegenda. Para pemuda yang menjadi agen-agen revolusi kemerdekaan mulai tidak puas dengan Bung Karno, Bung Karno memenangkan hati rakyat bukan hati Pemuda. Kaum Radikal bertarung di jalan-jalan. Dibawah kepemimpinan Pandu Kartawiguna, Maruto, Chaerul Saleh, Adam Malik, Sidik Kertapati dan banyak juga preman-preman Jakarta macam Nurali, Haji Amat Geblek dan Sjafei . Jakarta berlumur darah. Kaum pemuda Radikal dimarahi Bung Karno agar jangan maen kokang senjata, tapi pemuda malah menertawai Bung Karno. Disini kaum muda menemui idola baru, dan idola itu adalah Tan Malaka. Diam-diam Tan Malaka datang ke Djakarta ke rumah sahabatnya Achmad Soebardjo, disana Tan Malaka juga ditengarai menjalin cinta dengan Jo Paramitha Soebardjo - kemenakan Achmad Soebardjo-. Jaringan Banten adalah titik awal Tan Malaka bergerak : Jalur Achmad Soebardjo-Tjeq Mamad.

Bila Bung Karno mencari jalur resmi, maka Tan Malaka memilih jalur perang abadi. Bagi Bung Karno semua hal adalah gertak dan diplomasi tapi bagi Tan Malaka semua soal adalah perang betulan. Dan sepanjang masa revolusi ini Tan Malaka serta Sukarno seperti dua matahari kembar yang meledak di banyak tempat. Revolusi Sosial di Solo, Penculikan Perdana Menteri Sjahrir, Penangkapan Jenderal Dharsono, Perang Srambatan sampai pada konflik Amir-Sjahrir di Madiun dimana Tan Malaka digunakan Hatta untuk hantam Amir di Solo. Tapi sekali lagi Tan Malaka tetaplah pejuang yang selalu ditinggal sendirian. Ia ditinggal PKI, ia ditinggal Sukarno, ia ditinggal Sjahrir dan terakhir ia sendirian lalu ditembak mati oleh pasukan Djawa Timur.

Tan Malaka pemimpi yang kesepian, hidup dalam kesepian dan penulis cerita yang sunyi.

Mengapa Yogyakarta Disebut Daerah Istimewa?



Gambar atas : Tampak Sri Sultan dan Hamengkubuwono IX
Menyambut delegasi asing untuk keperluan perundingan di Yogyakarta


Mengapa Yogyakarta Disebut Daerah Istimewa?

Pernyataan SBY yang kelewat dungu dan tidak memahami sejarah serta perasaan orang Yogya membuat banyak pihak meradang, begitu juga dengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Kenapa SBY bisa tidak mengerti sejarah Yogyakarta dimana Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada waktu itu mempertaruhkan kedudukan politiknya, tidak mempedulikan tawaran Ratu Juliana yang akan memberikan kedudukan Sri Sultan HB X sebagai Pemimpin Koalisi Indonesia-Belanda dan Menggadaikan kekayaannya untuk berlangsungnya Pemerintahan Republik Indonesia. Generasi muda ada baiknya mengetahui asal usul kenapa Yogyakarta diberikan status wilayah Istimewa sebagai konsesi politik dan penghargaan Pemerintahan Republik Indonesia terhadap peranan rakyat Yogya yang gantung leher mempertaruhkan eksistensi Republik Indonesia.

Tak lama setelah Proklamasi 1945, pemimpin pusat macam Sukarno, Hatta, Subardjo dan Amir Sjarifudin menyatakan bahwa "Eksistensi pengakuan pernyataan Pegangsaan harus didukung kekuatan riil di daerah, Belanda atau pihak asing hanya akan mengakui kemerdekaan itu bila kekuatan-kekuatan daerah mendukung" memang pada hari-hari pertama Jawara Banten sudah mendukung pernyataan kemerdekaan RI dengan mengirimkan pendekar-pendekarnya mengamankan Jakarta. Kekuasaan Jepang di seluruh wilayah Banten direbut oleh para pendekar. Tapi kekuasaan pendekar itu bukan jenis kekuasaan formal yang teratur rapi. Begitu juga dengan dukungan jago-jago silat Djakarta dan Bekasi yang kemudian membentuk laskar bersendjata untuk langsung tarung di jalan-jalan Cikini sampai Kerawang. Kekuasaan Informal langsung mendukung Sukarno. Tapi bagaimana dengan kekuasaan formal yang telah didukung administrasi rapi dan memiliki massa pengikut jutaan. Kekuasaan formal itu terletak di Solo dan Yogyakarta.

Solo dan Yogyakarta disebut dengan daerah Voorstenlanden, atau daerah yang diberi kekuasaan khusus oleh Hindia Belanda sebagai buntut perjanjian Giyanti 1755. Setiap terjadi suksesi Belanda sebagai pemerintah pusat bernegosiasi terus menerus dengan raja baru untuk menambah konsesi wilayah dan peraturan-peraturan baru. Lama kelamaan daerah Voorstenlanden hanya sebatas wilayah Yogyakarta dan Surakarta seluruh wilayah Mataram asli semuanya masuk ke dalam pemerintahan Hindia Belanda. Namun wilayah boleh direbut tapi pada hakikatnya rakyat Jawa Tengah dan Sebagian Jawa Timur menganggap raja mereka berada di Solo dan Yogya. Seperti orang Madiun yang lebih berorientasi pada Mangkunegaran atau Blitar yang menganggap Yogya lebih representatif ketimbang Solo. Namun terlepas dari itu semua raja-raja Yogya dan Solo dianggap bagian dari trah resmi raja-raja Jawa.

Pengumuman kemerdekaan Indonesia dilakukan pada sebuah rumah di Pegangsaan ini artinya : Kemerdekaan itu lahir bukan dalam situasi formal. Pemerintahan pendudukan Jepang tidak lagi pegang kuasa di Indonesia setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom atom dan Hirohito dipaksa menandatangani surat pernyataan kalah tanpa syarat dihadapan Jenderal MacArthur dan sebarisan perwira AS bercelana pendek. -Pemerintahan Jepang dipaksa oleh pihak sekutu sebagai pemenang perang untuk mengamankan seluruh aset-aset di wilayah Asia yang diduduki Jepang termasuk Indonesia. Namun perwira-perwira samurai itu juga sudah pernah berjanji pada sebarisan kaum Nasionalis untuk memerdekakan Indonesia, tapi tujuan kemerdekaan itu adalah membentuk : Persekutuan bersama Asia Timur Raya. Kemerdekaan itu ditunda beberapa kali sehingga sempat membuat berang Sukarno. Namun pada malam 16 Agustus 1945 Laksamana Maeda dengan garansi dirinya pribadi membantu kemerdekaan Indonesia sebagai bentuk pemenuhan janji. Hanya saja statement kemerdekaan dikesankan bukan dari Jepang.

Dan Sukarno butuh formalitas. Ia butuh rakyat Jawa, hatinya orang Jawa untuk berdiri dibelakang dia setelah pengumuman kemerdekaan. Sementara Tan Malaka sendiri yang belakangan muncul meragukan kemampuan Sukarno menggalang dukungan rakyat secara utuh, Tan Malaka bilang pada Subardjo "Suruh Sukarno cepat cari dukungan di tingkat daerah, dia jangan bermain di wilayah elite melulu". Apabila tidak mendapat dukungan formal minimal di Jawa maka sekutu dengan cepat bisa melikuidir Indonesia.

Barulah pada pagi hari saat Sukarno sedang rapat dengan beberapa menteri datang sebuah surat kawat (telegram) dari Yogyakarta. Sukarno membuka telegram itu dan langsung melonjak dari tempat duduknya. Mukanya yang sedari awal kusut kurang tidur sontak gembira. Di depan menterinya Sukarno berkata "Surat ini adalah langkah awal eksistensi secara de facto bangsa Indonesia, sebuah functie yang bisa mendobrak functie-functie selanjutnya. De Jure kita sudah dapatkan secara aklamasi pada Proklamasi Pegangsaan tapi De Facto surat ini menjadi pedoman kita semua". Surat 5 September 1945 yang berisi maklumat itu berasal dari Sri Sultan yang berisi bahwa :

Pertama : Bahwa daerah istimewa Ngayogyokarto Hadiningrat bersifat kerajaan adalah daerah Istimewa dari negara Republik Indonesia.

Kedua, bahwa kami sebagai kepala daerah memegang kekuasaan dalam negeri Ngayogyakarto Hadiningrat dan oleh kerna itu berhubung dengan keadaan dewasa ini segala urusan pemerintahan Ngayogyokarto Hadiningrat mulai saat ini berada ditangan kami dan kekuasaan lainnya kami yang pegang.

Ketiga : Bahwa perhubungan antara Negeri Ngayogyokarto Hadiningrat dengan pemerintahan pusat negara Republik Indonesia bersifat langsung dan kami bertanggung jawab atas negeri kami langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Tiga poin dalam isi surat itu sesungguhnya adalah sebuah negosiasi politik kepada Pemerintahan Republik Indonesia dari kekuasaan Yogya. Bahwa Raja Yogya bersedia masuk ke dalam struktur Indonesia apabila kekuasaan di Yogyakarta terjamin oleh Pemerintahan RI. Sesungguhnya Sri Sultan membuat statement ini adalah kecerdasan Sri Sultan karena ia tidak mau kelak Yogya akan banjir darah oleh revolusi sosial kemudian Yogya dipimpin oleh kelompok-kelompok revolusioner yang tidak bertanggung jawab. Pandangan visioner Sri Sultan ini terbukti jitu : Beberapa waktu kemudian, Kesultanan Deli di Sumatera Timur dan Surakarta terjadi revolusi sosial. Seluruh bangsawan Deli dibantai oleh pasukan yang mendukung terjadinya gerakan anti kerajaan sementara di Surakarta yang sebelumnya diberikan status juga oleh Jakarta sebagai DIS : Daerah Istimewa Surakarta, terkena serbuan pasukan Tan Malaka yang menolak adanya pemerintahan Swapradja, akibatnya status DIS dihapus karena para penguasa Solo tidak bisa mengendalikan keadaan yang take over Solo malah anak-anak muda yang tergabung dalam Tentara Pelajar. Saat itu Sunan Pakubuwono XII dan Sri Mangkunagoro VIII masih bimbang mau berpihak pada Republik atau menunggu Belanda datang. Pada tahun 1940-an seluruh penguasa Kasunanan Solo, Mangkunegaran, Pakualaman dan Kasultanan Yogyakarta adalah raja-raja baru yang terdiri dari anak muda berusia 30-an tahun. Rupanya Sunan PB XII dan Mangkunegoro VIII tidak memiliki kejelian politik seperti Hamengkubuwono IX yang masuk langsung ke dalam struktur pemerintahan RI dan mengendalikan Angkatan Bersenjata serta mengamankan rakyat Yogya dari "Kekacauan-Kekacauan Revolusi".

Tindakan Sultan yang cepat ini justru menguntungkan jalannya sejarah Republik Indonesia di kemudian waktu, karena Sultan dengan kekuasaannya menciptakan suatu daerah kantong yang terkendali. Daerah kantong inilah yang kemudian dijadikan basis perjuangan menegakkan pemerintahan Republik setelah sekutu masuk ke Tanjung Priok. Saat sekutu masuk yang kemudian diboncengi NICA membuat penggede-penggede Republik terancam nyawanya. Sjahrir sendiri pernah merasakan mobilnya diberondong peluru. Hampir tiap malam Sukarno berpindah-pindah tempat karena diburu pasukan intel Belanda, bahkan sering Sukarno tidur di kolong tempat tidur. Hal ini jelas membuat pemerintahan tidak berjalan efektif. Adalah Tan Malaka sendiri yang menganjurkan agar Jakarta segera dikosongkan dari pemerintahan Republik dan Pemerintahan menyingkir ke pedalaman sembari mengefektifkan pemerintahan. Tapi pedalaman mana yang bisa dikendalikan.

Dan Hatta menjawab : "Yogyakarta adalah tempat yang tepat, karena di wilayah sana semua rakyatnya dikendalikan oleh Sultan hanya saja apakah Sultan akan menjamin kita" mendengar ucapan Hatta, Sukarno memerintahkan stafnya menghubungi Sri Sultan. Dalam pembicaraan tidak resmi ditelepon, Sri Sultan berkata :"Saya Sultan Yogya, Sabdo Pendhito Ratu. Menjamin bahwa Pemerintahan Republik Indonesia aman di Yogyakarta" Jaminan Sri Sultan inilah yang dijadikan titik paling penting keberadaan Republik Indonesia ditengah ancaman serbuan pasukan bersenjata Belanda.

Akhirnya dicapai kesepakatan bahwa untuk menghadapi sekutu dan melobi penggede-penggede sekutu adalah Sutan Sjahrir yang ditinggalkan di Jakarta sementara Presiden dan Wakil Presiden sebagai lambang kekuasaan negara dibawa ke Yogyakarta dengan Kereta Luar Biasa (KLB) yang sekaligus memboyong seluruh keluarga mereka. Keberangkatan KLB itu juga menandai perpindahan Ibukota. Peristiwa itu terjadi pada 4 Januari 1946.

Di Yogyakarta, Sri Sultan bertanggungjawab penuh terhadap keselamatan seluruh penggede Yogya. Seluruh pejabat ditempatkan dilingkungan Keraton. Sukarno ditempatkan di Gedong Agung dan Sri Sultan menghormati kekuasaan Republik Indonesia walaupun sesungguhnya Republik ini baru berdiri. Pejabat-pejabat RI itu rata-rata dalam kondisi miskin. Sultan sendiri yang kerap mengambil emas simpanannya untuk membiayai seluruh operasional pemerintahan. Sri Sultan memberikan tanpa dihitung bahkan pernah gaji pegawai Republiek belum terbayar Sri Sultan dengan dana kekayaan pribadi sendiri membiayai gaji-gaji pegawai republiek.

Tahu bahwa Yogyakarta menjadi pusat kendali Republik. Tentara Belanda tidak berani langsung mengebom Yogya. Hal ini terjadi karena Ratu Juliana dulu adalah teman sekolah Sri Sultan di Belanda. Mereka berdua dari SD sampai Kuliah berada dalam lingkungan yang sama. Sri Sultan dipanggil Juliana sebagai Hengky. Bahkan ada gosip Ratu Juliana memiliki cinta sejatinya pada Sri Sultan. Sebelum Yogya digempur pesan dari Kerajaan Belanda bahwa nyawa Sri Sultan tidak boleh dikutak-kutik. Karena sikap keras Juliana yang tidak memperbolehkan kekuatan militernya menyenggol Sri Sultan maka staff militer di Belanda mengambil kebijakan untuk mempengaruhi Sri Sultan agar berpihak pada Belanda.

Sri Sultan ditawari menjadi pemimpin pemerintahan bersama Indonesia-Belanda tapi Sultan menolak. Baginya Indonesia adalah tujuan hidupnya. Karena tidak sabar atas sikap keras Sri Sultan yang berdiri dibelakang pemerintahan Republik maka Belanda mau tidak mau harus menguasai Yogyakarta.

Pada tahun 1948 setelah terjadinya geger Madiun, Belanda punya taktik yang khas dengan caranya yang licik menikam pemerintahan Republik di Yogya. Belanda awalnya mengadakan perjanjian kerjasama latihan militer dengan TNI sebagai wujud gencatan senjata tapi kemudian malah dari Semarang pasukan Van Langen menerobos Yogya dengan Operasi Kraai. Sepuluh ribu penerjun payung menghujani udara Maguwo, Yogyakarta diserbu tanpa persiapan.

Saat itu yang jadi komandan keamanan Kota Yogya adalah Suharto (kelak jadi Presiden RI kedua).Tapi entah pasukan Suharto ada dimana. Letkol Latif Hendraningrat sendiri langsung mencari-cari Suharto tapi tidak ketemu. Sudirman masih terbaring sakit karena paru-parunya menghitam. Sedangkan Bung Karno cs sedang rapat di Gedong Agung.

Pasukan Van Langen dengan cepat masuk ke Gedong Agung. Tapi sebelumnya terjadi perdebatan keras. Sukarno menyerah atau melawan sekutu. Sukarno berpendapat bahwa dengan ia menyerah maka dunia internasional akan meributkan agresi militer Belanda dan memberikan dukungan bagi Indonesia. Tapi pihak Sudirman menghendaki diadakannya perlawanan total, Sukarno dan Hatta harus ikut berperang di pedalaman. Sukarno memilih tidak ikut cara Sudirman.

Sebelum ditangkap pasukan Van Langen Sukarno berpesan pada Sri Sultan agar keutuhan Republik Indonesia dijaga. Sultan hanya mengangguk namun sebagai Raja Jawa ia selalu memenuhi janji.

Sri Sultan berpikir keras dengan apa Yogyakarta harus mendapatkan kemenangan politiknya. Suatu sore Sri Sultan mendengar perdebatan melalui BBC bahwa Indonesia sudah tidak ada lagi. Delegasi Belanda di PBB menyatakan "Pemerintahan Illegal Republik Indonesia sudah Hilang secara de facto yang berkuasa adalah Belanda kota Yogya sepenuhnya dibawah kendali Pemerintahan Belanda". Mendengar hal itu Sultan mendapat ide untuk mengejutkan dunia Internasional. Dipanggilnya Suharto sebagai Komandan Wehrkreise X untuk membangun serangan kejutan. Lalu terjadilah Serangan Umum 1949 yang kemudian mengubah jalannya sejarah. Setelah serangan umum Pemerintahan Belanda di PBB kalah suara dan dukungan Internasional mendukung Pemerintah Republik Indonesia sehingga pada 27 Desember 1949 Belanda mengakui kemerdekaan RI. Karena Juliana sangat membenci Sukarno maka yang datang menandatangani adalah Hatta sementara di dalam negeri yang menandatangani adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX di depan AJ Lovink.

Penandatangan Pengakuan Kedaulatan adalah pengakuan de facto. Dan Republik Indonesia yang masih bayi benar-benar diselamatkan oleh Sri Sultan sebagai pengasuh yang benar-benar menjamin keselamatannya. Lalu setelah puluhan tahun sejarah hendak dilupakan. Masuknya kelompok-kelompok dogol di Jakarta dan menguasai Politik Indonesia. Hanya karena ingin menggusur kedudukan Sri Sultan sebagai kekuatan politik pada pertarungan 2014 maka mereka ingin menghapuskan status daerah istimewa Yogya sekaligus ingin menghilangkan kekuasaan de facto Raja Jawa yang berada dalam lingkungan bangsa Indonesia.

Benar kata Pram : "Sebuah bangsa yang tidak mengerti sejarahnya sendiri hanya akan melahirkan ketololan-ketololan".

Kisah Raden Saleh di London



Raden Saleh Syarif Bustaman diundang ke istana Buckingham sebagai pelukis Istana kelas satu. Raden Saleh yang melukis semua pose Ratu, termasuk saat Ratu menikah dengan Pangeran Albert pada tahun 1860-an. Raden Saleh disediakan ruangan di samping Istana Buckingham dan melukis hampir semua istana sang Ratu. Kemudian setelah perayaan Pameran Kristal yang diadakan Pangeran Albert, Raden Saleh pulang membawa uang yang banyak dari Ratu Victoria. Uang itu dibelikan lahan yang luas di Cikini dan dijadikan rumah Raden Saleh.

Rumah Raden Saleh di Tjikini merupakan rumah dengan penerangan lampu pijar pertama di Batavia, lalu dijadikan titik nol oleh pengembang Bouwplow di Menteng. Kemudian dijadikan kebun binatang dan oleh Ali Sadikin rumah itu menjadi Taman Ismail Marzuki.

Anehnya, di dekat rumah itu ada sebuah rumah kecil yang sering digunakan oleh Van Der Post, Perwira Intel Inggris sekaligus orang kepercayaan Mountbatten untuk bertemu dengan Sutan Sjahrir. Atas pengaruh Van Der Post, Inggris tidak mau campur untuk urusan dengan Belanda yang berniat menjajah Indonesia. Van Der Post adalah dukunnya Pangeran Charles. Saat Pangeran Charles ke Jakarta, yang dicarinya adalah Poppy Sjahrir isteri Sjahrir dan ia membawa surat pribadi Van Der Post pada isteri Sjahrir, lalu Pangeran Charles bilang : "Poppy adalah wanita terbaik di dunia di mata saya".

Beda Kualitas SBY dan Bun Karno Kalo Lagi Marah

Antara Marahnya SBY dan Marahnya Bung Karno

Kemarin waktu, SBY dengan tidak mengidahkan etika mempermalukan seseorang di depan umum. Pidato SBY yang membosankan dan kemungkinan omong kosong SBY yang terus menerus di dengungkan lebih baik ditanggapi dengan tidur saja. Namun kemarahan SBY ini cukup mendapat perhatian publik. Hanya saja kemarahan SBY cukup mengawang-awang dia bilang “malu pada rakyat”...lha kalau malu kenapa dia terus menerus cuap-cuap omong kosong, kasus Lapindo serta ketidakpeduliannya menunjukkan kapasitas kepemimpinan SBY yang tidak tahu malu, maka pantaslah seorang pejuang besar demokrasi Indonesia yang berani, Sri Bintang Pamungkas membuang gambar SBY-Kalla di depan patung Proklamasi. Bila kelak SBY maju lagi mencalonkan diri menjadi Presiden RI, maka dia adalah jenis orang yang tidak tahu malu. Bukan saja pada rakyat, tapi pada dirinya sendiri. Sebab ada omongan dia sendiri yang bilang hanya mau jadi Presiden sekali saja, coba wartawan Kompas ada yang merekam ucapan itu yang berulang-ulang dia lakukan, kalau dia maju lagi untuk jabatan Presiden kedua kalinya tinggal setel keras-keras rekaman itu dan menunjukkan sikap seorang pemimpin yang plintat plintut...

Kualitas intelektualitas seseorang bisa dilihat dari cara marahnya. Coba perhatikan marahnya Bung Karno pada Golkar. Kemarahan ini adalah kemarahan profetik karena memperlihatkan bahwa kelak Golkar membusukkan politik Indonesia dibawah rezim Junta Militer Orde Baru. Mari kita kenang kemarahan Bung Karno pada Golkar, pada pada 11 Desember tahun 1965 di malam hari, bertempat di Istana Bogor.

“ Saudara-Saudara Sekalian.....,

Barangkali Saudara-Saudara melihat saya masuk ruangan ini dengan muka marah!...Memang marah!, Masak pantas kamu orang yang dipersilahkan datang di sini jam 7, kan kamu orang minta supaya ini malam datang disini menyuruh Presiden satu jam menunggu!!!!.........Tadi saya memakai perkataan ...Inlaander Kamu Orang Sekalian!!

Ya,...Ya rapat baru setengah enam habis.

Go To Hell... Dengan setengah enam!

Inikah Golongan Karya? Inikah yang dinamakan katanya menjunjung tinggi, patuh kepada Kepala Negara, Presiden, Saya marah...Saudara-saudara!

Kalau Saudara-saudara meladeni revolusi cara begini, nou,... tidak akan revolusi itu bisa selesai. Jangan mengeluarkan alasan kepada saya, ya sidang baru setengah enam habis. Kalau sidang akan memakan waktu begitu banyaknya,....mulai pagi-pagi betul!! ...jam berapa mulai sidang?

Mulailah jam 5 Pagi! Inlanders!!!!!

(Amanat Paduka Yang Mulia Sukarno Di hadapan Para Anggota Golongan Karya)

Bung Karno sepanjang dia pidato tidak pernah memarahi satu orang di depan umum. Mungkin hanya nama Mashuri saja yang pernah ia sebut dengan nada sinis, namun saat itu Mashuri tidak ada di tempat.

Rumah Horor dari Abad Ke-15





http://i.okezone.com/content/2011/07/15/214/480320/PoH831rn0e.jpg



Sebuah pondok yang berada di tepi Sungai Cowny, Llaanrwst, North Wales, memiliki rupa seperti wajah yang cemberut.

Terbentuknya wajah yang menyerupai raut cemberut tersebut merupakan dampak dari daun-daunan merambat yang tumbuh memenuhi keseluruhan dinding luar rumah ini.

Hanya kotak jendela dan kotak pintu yang "selamat" dari rimbunnya dedaunan, sehingga tampaklah raut seperti wajah cemberut.

Daun-daunan merambat yang tumbuh di sisi-sisi bangunan pondok tersebut sengaja ditanam dengan tujuan agar dapat memberi rasa hangat ke dalam ruangan pondok tersebut.

Pondokan yang cocok jika digunakan sebagai tempat syuting film horor ini dibangun pada abad ke-15.

Selama 1500 tahun berdiri, bangunan ini tidak pernah diubah bentuknya. Fungsi dari bangunan ini pun berubah-ubah, mulai hanya dari rumah penginapan, hingga jadi gedung pengadilan. Kini, sudah selama 50 tahun yang lalu, rumah yang tampak horor ini merupakan sebuah kedai teh dan terkenal sebagai tempat dijualnya kue-kue buatan rumah. Demikian lansir Dailymail, Juamt (15/7/2011).

Karena telah berumur sangat tua, bangunan ini pun telah menuai banyak sejarah dan mitos.


Autumn view: The ivy on the house turns a shade of red during the winter months

Autumn view: The ivy on the house turns a shade of red during the winter months




Uniknya, jika pada musim dingin datang, daun-daun yang tadinya berwarna hijau segar akan berubah menjadi merah keungu-unguan dan menampilkan kesan horor.

Bangunan yang berada di gerbang Taman Nasional Snowdonia, Wales, ini kini dimiliki oleh National Trust, sebuah organisasi yang berdedikasi untuk melestarikan kekayaan budaya atau lingkungan pada suatu wilayah.

sumber :http://international.okezone.com/read/2011/07/15/214/480320/rumah-horor-dari-abad-ke-15

Manchester City F.C.

Manchester City Football Club adalah sebuah klub sepak bola profesional Inggris yang bermain di Liga Premier Inggris. Klub ini adalah klub sekota dengan Manchester United, yang bermarkas di stadion City of Manchester, Manchester.

Pertandingan pertama dimainkan pada bulan november 1880. Pada waktu itu masih bernama St Mark's (West Gorton). Pada tahun 1887 berubah nama menjadi Ardwick A.F.C, dan pada tahun 1894 menjadi Manchester City F.C.

The City telah memenangi Kejuaraan Liga sebanyak 2x, Piala FA 4x, Piala Liga 2x dan Piala Winners Eropa 1x. Periode tersukses klub ini terjadi pada era akhir tahun 1960an dan awal 1970an. Pada saat itu City dibawah manager Joe Mercer dengan asisten nya Malcolm Allison dan beberapa pemain seperti Colin Bell, Mike Summerbee dan Francis Lee.

Tahun 2007 klub di beli oleh milyarder Thailand yang juga mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, sehingga klub ini menjadi salah satu klub Inggris yang dimiliki oleh pihak asing. Kemudian pada tahun 2008 dibeli oleh Abu Dhabi United Group.

A crest depicting a shield with a eagle behind it. ON the shield is a picture of a ship, the initials M.C.F.C. and three diagonal stripes. Below the shield is a ribbon with the motto "Superbia in Proelia". Above the eagle are three stars.

Sejarah

Manchester City F.C. dibentuk pada tahun 1880 dengan nama St. Marks (West Gordon) oleh Anna Connel dan dua orang anggota gereja St. Marks. Tahun 1887 mereka pindah ke markas yang baru di Hyde Road, Ardwick. Nama klub pun berubah menjadi Ardwick A.F.C. untuk menyesuaikan dengan letaknya yang baru. Ardwick mulai ikut berkompetisi di divisi 2 Football League tahun 1892. Setahun kemudian, musim 1893-1894, masalah financial membelit klub dan setelah diorganisasi ulang akhirnya mereka berganti nama lagi menjadi Manchester City Football Club.

Periode Awal

City menjuarai divisi 2 pada tahun 1899 dan promosi ke kasta tertinggi liga Inggris, divisi satu. Prestasi awalnya ditandai dengan kemenangan atas Bolton Wanderers di final Piala FA tahun 1904. Pada tahun 1920, stadion City di Hyde Road mengalami bencana kebakaran di tribun utama. Lantas pada tahun 1923, mereka pindah ke merkas nya yang baru, Maine Road yang terletak di Moss Side.

The Citizen menjuarai lagi Piala FA pada tahun 1934 dengan mengalahkan Porstmouth di final. Dan gelar liga pun tak beberapa lama dapat mereka raih, tahun 1937 mereka menjuarai liga Inggris untuk pertama kalinya. Tetapi musim berikutnya mereka justru terdegradasi ke divisi 2, lucunya mereka adalah klub pencetak gol terbanyak dibanding klub manapun di liga. 20 tahun kemudian, Manchester City yang diinspirasi oleh taktik bernama Revie Plan berhasil masuk final Piala FA 1955. Mereka kalah di final melawan Newcastle, tapi tahun berikutnya mereka menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Birmingham di final 3-1. Partai final tahun 1956 ini termasuk partai final Piala FA yang dikenang orang banyak karena di pertandingan itu kiper City, Bert Trautmann, terus bermain walaupun mengalami patah tulang leher.

Setelah itu City tenggelam dan baru muncul ke permukaan saat Joe Mercer dan Malcolm Allison ditunjuk untuk menjadi duo manager klub pada tahun 1965. Mereka membuat pembelian terpentingnya pada Mike Summerbee dan Colin Bell. 2 musim berikutnya, musim 1967-1968, Manchester City menjuarai divisi satu untuk kedua kalinya. Pada partai terakhir mereka memastikan gelar juara dengan kemenangan 4-3 di kandang Newcastle. Piala dan prestasi pun kemudian mulai mengalir datang. Piala FA mereka raih lagi di tahun 1969 serta piala Winners Eropa pertama kalinya mereka raih pada tahun 1970 dengan mengalahkan Gornik Zabrze 2-1 di final.

Rivalitas dengan klub sekota, Manchester United, selalu sengit. Salah satu partai yang banyak dikenang adalah pada partai terakhir di musim liga 1973-1974. Derby panas tak terelakkan tatkala baik City maupun United harus menang agar bisa selamat dari degradasi. Pemain legendaris MU, Denis Law, mencetak satu-satunya gol kemenangan yang juga otomatis melempar rival sekotanya ke divisi 2. Tahun 1976 mereka meraih Piala Liga dengan mengalahkan Newcastle di final 2-1.

Periode 1980-Sekarang

Manchester City tidak menghasilkan gelar penting dan hanya timbul-tenggelam di Premiership. Mereka hanya promosi ke divisi utama namun kemudian terdegradasi lagi ke divisi 2. Bahkan pada tahun 1996 mereka terdegradasi sampai ke divisi 3. Setelah kedatangan David Bernstein sebagai chairman yang baru, City pun mulai berbenah. Pada tahun 2001, Kevin Keegan ditunjuk untuk menangani Citizen dan mereka pun berhasil promosi ke Liga Premier.

Maret 2005 Keegan mundur dan Stuart Pearce menggantikannya sebagai caretaker atau manager sementara. Penampilan City yang cemerlang membuat Pearce diangkat sebagai manager penuh dan musim 2005-2006 Pearce membawa City menempati urutan ke-6 Premiership. Musim berikutnya penampilan City menurun drastis dan hanya menghuni papan bawah klasemen walaupun tidak sampai terdegradasi. Pearce akhirnya dipecat dan digantikan mantan manager tim nasional Inggris, Sven Goran Eriksson. Pada saat itu Manchester City telah dimiliki oleh miliuner ambisius yang juga bekas perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra.

Dibawah Eriksson, City tampil perkasa pada awal kompetisi namun mulai kehilangan keseimbangan mulai dari pertengahan kompetisi, walaupun demikian mereka bisa mencapai zona piala UEFA eropa berkat penampilan fair play nya. Thaksin yang tidak sabaran sudah ingin memecat Eriksson sebelum akhir kompetisi jika saja tidak ditahan oleh fans Citizen yang merasa Thaksin terlalu semena-mena dan tidak memperhatikan keinginan fans City. Pemecatan Eriksson hanya tertunda sebentar dan benar-benar dilakukan saat akhir kompetisi. Mark Hughes, Manager Blackburn dan juga mantan pemain kesayangan klub sekota Manchester United, ditunjuk untuk menggantikannya.

Dibeli oleh Abu Dhabi United Group

Pada saat Hughes naik, sebetulnya harta Thaksin sudah di ujung tanduk pembekuan karena tuduhan korupsi selama berkuasa sebagai perdana menteri di Thailand. Thaksin yang mengerti posisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk terus mendanai Citizen akhirnya melepas kepemilikannya kepada pengusaha asal Uni Emirat Arab, Dr. Sulaiman Al-Fahim. Al-Fahim adalah miliuner yang lebih kaya lagi dibanding Thaksin dan tentunya lebih ambisius lagi. Hanya beberapa hari setelah kepastian kepemilikannya atas Manchester City, ia langsung membuat rekor pembelian pemain termahal Inggris dengan pembelian Robinho (inset kanan) dari Real Madrid. Rekor harga 32,5 juta pounds itu melampaui harga 28 juta pounds yang ditawarkan Chelsea atas pemain Brazil tersebut. Dengan dukungan dana yang benar-benar melimpah, fans Citizen akan bersiap-siap untuk menyaksikan lagi pemain-pemain dunia lain akan diboyong ke klub mereka tercinta.

Lambang dan warna klub

Seragam kandang Manchester City adalah Biru Langit dan celana Putih. Sementara itu seragam tandang adalah Merah Marun, atau merah (sejak tahun 1960an) dan Celana Hitam. Namun dalam beberapa tahun terakhir, beberapa warna yang berbeda telah digunakan. Asal-usul warna seragam kandang klub tidak jelas, tetapi ada bukti bahwa klub telah menggunakan biru langit sejak 1892 atau sebelumnya. Sebuah brosur yang berjudul Famous Football Clubs - Manchester City diterbitkan pada 1940-an menunjukkan bahwa West Gorton (St. Marks) semula bermain dengan seragam merah dan hitam. Dari laporan yang berasal dari tahun 1884 menggambarkan tim mengenakan kaus hitam membawa salib putih, yang menunjukkan asal klub sebagai sisi gereja. Ide untuk menggunakan kaus merah dan hitam datang dari mantan asisten manajer Malcolm Allison, yang percaya bahwa dengan mengadopsi warna AC Milan akan mengilhami City untuk mencapai kejayaan.

Lambang klub saat ini mulai digunakan pada tahun 1997, dikarenakan bahwa lambang sebelumnya tidak memenuhi syarat untuk didaftarkan sebagai merek dagang. Lencana tersebut didasarkan pada lengan kota Manchester, dan terdiri dari sebuah perisai di depan sebuah elang emas. Fitur perisai kapal pada setengah bagian atas menggambarkan Kanal Kapal Manchester, dan tiga garis-garis diagonal di bagian bawah, menggambarkan kota tiga sungai. Bagian bawah terdapat pita dengan sebuah kata Superbia in Praelio, yang artinya dalam bahasa latin adalah Kebanggaan di Pertempuran. Diatas elang ada tiga bintang tiga, yang murni hanya sebagai dekorasi.


Pemain


Skuat utama

Hingga 7 Februari 2011.

No.
Pos. Nama
1 Bendera Republik Irlandia GK Shay Given
2 Bendera Inggris DF Micah Richards
4 Bendera Belgia DF Vincent Kompany
5 Bendera Argentina DF Pablo Zabaleta
6 Bendera Inggris MF Michael Johnson
7 Bendera Inggris MF James Milner
8 Bendera Inggris MF Shaun Wright-Phillips
10 Bendera Bosnia dan Herzegovina FW Edin Džeko
11 Bendera Inggris MF Adam Johnson
12 Bendera Inggris GK Stuart Taylor
13 Bendera Serbia DF Aleksandar Kolarov
17 Bendera Jerman DF Jérôme Boateng
18 Bendera Inggris MF Gareth Barry
19 Bendera Inggris DF Joleon Lescott
21 Bendera Spanyol MF David Silva

No.
Pos. Nama
22 Bendera Republik Irlandia DF Greg Cunningham [
24 Bendera Perancis MF Patrick Vieira
25 Bendera Inggris GK Joe Hart
27 Bendera Brasil FW Jô
28 Bendera Pantai Gading DF Kolo Touré (wk. kapten)
30 Bendera Inggris DF Shaleum Logan
32 Bendera Argentina FW Carlos Tévez Kapten
34 Bendera Belanda MF Nigel de Jong
37 Bendera Kepulauan Faroe GK Gunnar Nielsen
38 Bendera Belgia DF Dedryck Boyata
42 Bendera Pantai Gading MF Yaya Touré
43 Bendera Inggris FW Alex Tchuimeni-Nimely
45 Bendera Italia FW Mario Balotelli
-- Bendera Perancis DF Gaël Clichy
62 Bendera Pantai Gading MF Abdul Razak

Sedang dipinjamkan

No.
Pos. Nama
3 Bendera Inggris DF Wayne Bridge (di West Ham United hingga Mei 2011)
9 Bendera Togo FW Emmanuel Adebayor (di Real Madrid hingga Mei 2011)
14 Bendera Paraguay FW Roque Santa Cruz (di Blackburn Rovers hingga Mei 2011)
20 Bendera Ekuador FW Felipe Caicedo (di Levante hingga Mei 2011)
26 Bendera Kolombia GK David González (di Leeds United hingga Mei 2011)
36 Bendera Inggris DF Javan Vidal (di Chesterfield hingga Februari 2011)
39 Bendera Wales FW Craig Bellamy (di Cardiff City hingga Mei 2011)
40 Bendera Slowakia MF Vladimír Weiss (di Rangers hingga Mei 2011)
50 Bendera Norwegia MF Abdisalam Ibrahim (di Scunthorpe United hingga Februari 2011)
–– Bendera Inggris DF Nedum Onuoha (di Sunderland hingga Mei 2011)

Dipensiunkan

No.
Pos. Nama
23 Bendera Kamerun MF Marc-Vivien Foé (penghargaan anumerta)
Sejak 2003, Manchester City tidak lagi mempergunakan skuat bernomor 23. Nomor ini dipensiunkan sebagai penghormatan atas pemain sepak bola Kamerun, Marc-Vivien Foé, yang dipinjamkan dari Lyon (Perancis) saat kematiannya di lapangan pertandingan ketika bermain untuk Kamerun pada Piala Konfederasi FIFA 2003 di Perancis.[

Hall of Fame

The following players are members of Manchester City's Hall of Fame,and are listed according to the year of their Manchester City first-team debut (year in parentheses):


Tim Manajemen

Position Name
Manager Bendera Italia Roberto Mancini
Asisten Manager Bendera Inggris Brian Kidd
Pelatih Utama Bendera Italia Fausto Salsano
Pelatih Keeper Bendera Italia Massimo Battara
Pelatih Fitnes Bendera Italia Ivan Carminati
Tim Manager Cadangan Bendera Inggris Andy Welsh
Kepala Pemain Muda Bendera Inggris Graham Carr
Direktur Akademi Internasional Bendera Inggris Jim Cassell
Manager Pengembangan Pemain Under-21 Bendera Inggris Andy Welsh
Kepala Akademi Platt Lane Bendera Inggris Mark Allen
Manager Tim Akademi Bendera Inggris Scott Sellars

Former Managers


Manager berikut ini memenangkan paling sedikit satu tropi pada saat bersama Mancheter City

Name From To Played Won Drawn Lost
Bendera Skotlandia Tom Maley 1902 1906 150 89 22 39
Bendera Inggris Wilf Wild 1932 1946 354 158 124 72
Bendera Inggris Les McDowall 1950 1963 592 220 127 245
Bendera Inggris Joe Mercer 1965 1971 340 149 94 97
Bendera Inggris Tony Book 1974 1979 269 114 75 80

Pemain terkenal


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...